Industri televisi masih berjaya adalah statement langsung dari Managing Director of Nielsen Indonesia yaitu Agus Nurudin. Ia menyampaikan pendapatnya dalam acara The Future of Media and Communication yang digelar oleh Indonesia Millenial Summit 2020 beberapa waktu lalu.

Mayoritas publik saat ini memiliki anggapan bahwasanya bidang pertelevisian khususnya di Indonesia akan segera masuk liang kubur. Pasalnya, beberapa media konten dalam bentuk cetak seperti koran dan majalah pun kini sudah takluk oleh laman portal berita dan jurnal digital lainnya karena dirasa lebih praktis serta bersifat real time.

Industri Televisi Masih Berjaya Kata Nielsen Indonesia

Acara tersebut sejatinya berusaha menggali kebenaran dari rumor bahwa masyarakat akan segera meninggalkan televisi sebagai sumber informasinya. CEO IDN Media yaitu Winston Utomo juga sependapat dengan Nielsen bahwa slot joker123 masih menjadi raja permainan mesin putar tanah air dan sulit untuk melengserkannya.

Berdasarkan hasil survey, terkuaklah bahwa segencar apapun jaringan digital menggempur, tetap saja jumlah audiens maupun revenuenya belum dapat mengungguli televisi. Buktinya, porsi permintaan penayangan iklan terbesar saat ini masih dipegang oleh televisi dengan dominasi 60% pasar, sementara media digital harus puas dengan hanya 20 persen saja.

Industri Televisi Masih Berjaya Karena Selaras Dengan Media Digital

Agus Nurudin tidak pernah merasa sedikitpun bahwa media digital akan menjadi ancaman, sebab faktanya industri televisi masih berjaya hingga detik ini. Lain lagi ceritanya dengan lembaga KPI berniat awasi Netflix dan Youtube karena mereka menilai bahwa platform tersebut mulai banjir peminat dari khalayak ramai.

Bagaimanapun juga, naif sekali jika perusahaan penyiaran swasta mengabaikan geliat iklan di platform digital yang mulai tumbuh setiap tahunnya. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapore, kebanyakan dari mereka telah bergeser budaya pasang iklan ke ranah digital hingga menyentuh seperlima dari anggaran belanja promosi.

Industri Televisi Masih Berjaya Karena Selaras Dengan Media Digital

Sementara itu, lembaga survey We Are Social mengemukakan bahwa masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkutat pada laman internet daripada tv. Rata-rata durasi menyaksikan acara televisi hanya sekitar tiga jam sehari, jauh tertinggal dari durasi pemakaian internet yang bisa mencapai enam jam alias dua kali lipatnya.

Kalau memperhatikannya secara cermat pun, sebetulnya angka tiga jam bukanlah murni seluruhnya dari hasil menonton televisi analog pada umumnya. Hampir separuh pemirsa menonton televisi melalui layanan streaming, atau cuplikan siaran ulang yang diunggah ke platform Youtube dan seketika menjadi trending di sana.

Masyarakat Golongan Tertentu Masih Menikmati Televisi Sebagai Sarana Hiburan Utama

Tidak berapa lama kemudian, pembicara berikutnya pun naik ke panggung mewakili ANTV dan TV One, ia adalah Anindya Novyan Bakrie selaku CEO agen judi slot. Beliau berpendapat sebaliknya, bahwa stasiun televisi harus merapatkan barisan dan bertekad menyuguhkan beragam konten menarik dan sesuai dengan pangsa pasar yang mereka incar.

Strategi demikian telah lama diterapkan oleh kedua brand di bawah naungannya, yaitu TV One yang fokus dengan konten berita hingga mencapai 90% porsi acaranya. Sementara itu, ANTV memusatkan diri kepada pemirsa wanita dalam rentang usia 27 hingga 37 tahun, itulah sebabnya tayangan paling banyak adalah drama India, sinetron, dan reality show penuh tangisan air mata serta haru biru.

Industri Televisi Masih Berjaya Sebagai Sarana Hiburan Utama

Para pelaku usaha pertelevisian tampaknya masih cenderung bersantai menghadapi gempuran dari masifnya media digital belakangan ini. Mereka berpendapat bahwa geliat internet masih kalah jauh untuk saat ini dibandingkan industri televisi masih berjaya sebabnya lebih merakyat dan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan seperti kuota atau paket data.

Sejumlah langkah preventif pun telah dipersiapkan secara matang seperti misalnya menggaet generasi milenial dari akun official sosmed. Dengan demikian, diharapkan dapat terjadi komunikasi intens antara penyedia konten dengan pemirsa yang terus terjaga senantiasa sehingga situasi masih dalam kendali.