Gedung Radio Indonesia Tertua

Gedung Radio Indonesia Tertua
Gedung Radio Indonesia Tertua – Kejayaan dari salah satu radio tertua di Indonesia, Radio Nirom, sekarang sudah benar-benar pudar. Wajar saja karena gedungnya yang terletak di Kampung Radio, Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat sudah terbengkalai dan menjadi kandang kerbau. Bangunan itu sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Padahal dulunya bangunan itu merupakan salah satu gedung radio tertua yang ada di Indonesia. Terdapat dua bangunan di sana, yang satu adalah gedung utama dan yang satunya lagi adalah bekas mesin perlengkapan radio yang letaknya berdampingan. Luas bangunan utamanya sendiri kira-kira 18×12 meter dengan tinggi 8 meter, sedangkan bangunan Judi Slot Online satu lagi lebih kecil dari yang sudah ada.

Berdasarkan pantauan, bangunan utama gedung radio ini terlihat kosong melompong. Gedung itu sekarang sama sekali tidak terlihat sebagai sebuah gedung bekas penyiaran radio sama sekali. Setumpukan batang pohon pinus nampak terlihat di beberapa sudut gedung tersebut. Beberapa motor milik warga pun ikut terparkir di sana. Meski secara umum gedung itu masih terbilang kokoh, akan tetapi masih banyak bagian temboknya yang mulai hancur.

Sementara itu pada yang menjadi tempat penyimpanan peralatan perlengkapan radio terlihat berantakan. Bangunannya sendiri tampak terbuat dari batu-batu alam yang berukuran cukup besar. Selain itu sejumlah pintu di sana itu ditutupi oleh seng, sedangkan bagian dalamnya terlihat banyak semak belukar dan pepohonan liar yang tumbuh subur di sana.
Tapi sejak dioperasikan, Radio Nirom https://www.prameks.com/ ini ternyata kurang berfungsi dengan semestinya. Pemancar radio dan berbagai peralatan di sana kemudian dipindahkan ke Rancaekek dan Dayeuhkolot.

Setelah berbagai peralatan dipindahkan, Gedung Radio Nirom di Cililin praktis jadi terbengkalai. Sedangkan Radio Nirom sendiri kemudian beroperasi di kawasan Gunung Puntang yang sekarang adalah wilayah Banjaran, Kabupaten Bandung. Lahan yang ada di lokasi itu kemudian dikuasai oleh Dinas Kehutanan setelah mendapat izin dari Departemen Agraria sejak tahun 1937. Bangunan utama digunakan Bosch Wesen dan bangunan lain dihuni para Waker. Barulah pada 1944, tanah dan bangunan di lokasi kemudian sempat terlantarkan.

Seusai kemerdekaan, seluruh aset asing harus dinasionaliasikan termasuk gedung radio ini. Usai dinasionalisasikan, gedung itu dijadikan markas BKR atau Badan Keamanan Rakyat dan TNI. Akan tetapi sekarang sudah dialih fungsikan untuk kegiatan warga untuk menyimpan motor atau hewan peliharannya. Ijul berharap semoga ke depannya gedung itu bisa diperbaiki dan dijaga keasliannya sebagai salah satu warisan sejarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.